Karakteristik OOP


Berikut beberapa konsep dasar dan term-term yang umum untuk seluruh bahasa OOP. Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:

Class — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi objek.Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

Contoh Program Class

class Mahasiswa {

String nama; // property nama dengan tipe data String

String nim; // property nim dengan tipe data String

String alamat; // property alamat dengan tipe data String

}

class AksesClass {

public static void main(String[] args) { // awal eksekusi (methodmain)

Mahasiswa mhs = new Mahasiswa(); // membuat objek dari classMahasiswa

mhs.nama = “aku”; // mengisikan property nama

mhs.nim = “2004470099”; // mengisikan property nim

mhs.alamat = “Bekasi”; // mengisikan property alamat

System.out.println(“Nama Mahasiswa : “ + mhs.nama); // menampilkan nama

System.out.println(“Nim Mahasiswa : “ + mhs.nim); // menampilkan nim

System.out.println(“Alamat Mahasiswa : “ + mhs.alamat); // menampilkan alamat

}

}

Objek – membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

Abstraction – Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

abstract class SuperHero {
String superPowers[];
void setSuperPowers(String superPowers[]) {
this.superPowers = superPowers;
}
void printSuperPowers() {
for (int i = 0; i < superPowers.length; i++) {
System.out.println(superPowers[i]);
}
}
abstract void displayPower();
}
class UnderwaterSuperHero extends SuperHero {
void displayPower() {
System.out.println(“Communicate with sea creatures…”);
System.out.println(“Fast swimming ability…”);
}
}
class FlyingSuperHero extends SuperHero {
void displayPower() {
System.out.println(“Fly…”);
}
}
}
}

Encapsulation – Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

class Encapsulation {
private int secret; //field tersembunyi
public boolean setSecret(int secret) {
if (secret 100) {
return false;
}
this.secret = secret;
return true;
}
public getSecret() {
return secret; class Encapsulation {
private int secret; //field tersembunyi
public boolean setSecret(int secret) {
if (secret 100) {
return false;
}
this.secret = secret;
return true;
}
public getSecret() {
return secret;

Polymorphism: melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

Inheritance– Mengatur polimorfisme dan enskapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada – objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)

Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut(terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas administrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek -objek yang ada karena setiap objek memiliki job descriptionnya sendiri.

Kata kunci this, static

Kata kunci this digunakan untuk merujuk ke property yang terdapat di dalam sebuah class.

class Manusia {

int usia;

String nama;

// nama property di parameter, sama dengan nama property di class Manusia

void setManusia(String nama, int usia) {

this.usia = usia; // menggunakan kata kunci this

this.nama = nama; // jika tanpa this maka akan terjadi kesalahan

}

void cetakManusia() {

System.out.println(“Nama : “ + nama + “ Usia : “ + usia);

}

}

class AksesManusia {

public static void main(String[] args) {

Manusia mns = new Manusia()

mns.setManusia(“aku”, 22);

mns.cetakManusia();

}

}

Kata kunci static adalah untuk membuat variabel atau property, method, block kode, berlaku tidak hanya terbatas pada satu objek saja, namun pada seluruh objek yang kita buat dari sebuah class.

Jika method ataupun property di deklarasikan dengan sifat static,maka kita dapat menggunakannya tanpa harus terlebih dahulu membuat instance dari class bersangkutan. Itulah kenapa kita bisa memanggil method main tanpa harus membuat instance dari classyang mendeklarasikannya. Contoh di bawah ini akan memberikan gambaran tentang pengunaan kata kunci static.

class Manusia;

static int usia = 10;

static String nama = “aku”;

}

class AksesManusia {

public static void main(String[] args) {

Manusia a = new Manusia();

Manusia b = new Manusia();

System.out.println(“Nama : “ + a.nama);

System.out.println(“Usia : “ + Manusia.usia);

b.usia = 20;

b.nama = “kamu”;

System.out.println(“Nama : “ + b.nama);

System.out.println(“Usia : “ + a.usia);

}

}

Sumber

 

 

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: